Assalamualaikum Wr Wb
Haaiiiii … ketemu lagi dengan sayaaa yaah
hehe
Jangan bosan – bosan yaah buat mampir ke blog ini yaaaa paling enggak buat ngisi waktu kosong situ kekekekkk
OOhhhyaaa kali ini saya ingin ngepos ‘ KENAPA TIDAK
BERPACARAN ? ‘
Pertanyaan ini sebenarnya menjurus ke diri saya
pribadi atau mungkin para pembaca juga merasa demikian ?
Di jaman era kayak gini pasti kalo gak pacaran
dibilang gak laku lah,kuper lah, inilah .. itulah ..
Tapi …..
Wait , wait , wait …
Tunggu dulu sob, disini kita akan membahas tentang
sebuah PRINSIP #Ci’ellah … Prinsip !!
YAP !!! Prinsip Hidup “ TIDAK BERPACARAN “
So Why ? kenapa memilih jalan hidup yang bakal buat
kamu kemana – mana serba sendiri ? tangan mpe berdebu karena terlalu lama gak
dibuat gandengan #hehehee Enggak segitunya kaliyah
Atau prinsip yang bakal buat kamu sering di bully sama
temen – temen ..
Yaah walaupun sejatinya saya juga gak pernah di bully
hanya karena masalah begini coz, temen – temen ane yang emang baik banget sama ane #eeh
kok jadi ane sih ??
Yaaah Alhamdulillah Iyaaah saya punya temen baik semua ..
ngertiin lah pokoknya kalo saya punya prinsip hidup #bebas Pacaran ^^
Kita mulai dari saya Pribadi setelah itu mungkin anda
dan kalian hahahahaaa #college
A. Jadi mengapa tidak berpacaran ?
Tunggu .. tungguu … tunggu ..
Kita mulai dari pertaman doong .. masa dari
A sih ??
1. Apa itu Pacaran ?
Pacaran adalah sebuah hubungan yang tidak halal dimata
Allah SWT dan tidak memberi manfaat sedikitpun
malah banyakan juga PHP #KamusAne
Menurut Wikipedia
Pacaran merupakan
proses perkenalan antara dua insan manusia yang
biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang
dikenal dengan pernikahan.[1] Pada
kenyataannya, penerapan proses tersebut masih sangat jauh dari tujuan yang
sebenarnya. Manusia yang belum cukup umur dan masih jauh dari kesiapan memenuhi
persyaratan menuju pernikahan telah dengan nyata membiasakan tradisi yang
semestinya tidak mereka lakukan.
Dalam Islam sendiri kata pacaran tak pernah ada, namun
jangan berfikir Islam tak membahas soal pacaran yaah ..
“Dan janganlah
kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan
sesuatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra [17] : 32).
ð Itu kan larangan buat gak berzina .. mesum
amat pikiran looh !!!
Sorry yeeeh
KangMas .. makna kata Zina di atas itu luas seluas samudra dan lautan !!
“Setiap Bani Adam mempunyai bagian dari zina, maka kedua mata pun
berzina, dan zinanya adalah melalui penglihatan, dan kedua tangan berzina,
zinanya adalah menyentuh. Kedua kaki berzina, zinanya adalah melangkah –menuju
perzinaan. Mulut berzina, zinanya adalah mencium. Hati dengan berkeinginan dan
berangan-angan. Dan kemaluanlah yang membenarkan atau mendustakan-nya.” (HR.
Bukhari )
Jadi dapat diartikan setiap kali memandang itulah kita berzina,
setiap kali berpegangan itulah kita berzina, setiap kali kita melangkah menuju
pacar kita itulah kita berzina, bahkan ada juga yang mengartikan setiap mulut
yang berbicara ( sayang, iloveyou, youloveme, imiisyou, dll ) itupun termasuk
zina, tatkala hati dan fikiran berangan – angan bersamanya kala itulah kita
berzina. Dan hati mu kelak yang akan membenarkan
atau mendustakaan.
ð Saya kan pacarannya ISlami .. gak ngapa –
ngapain malah LDRan jadi gak sampe yang ketemu lah, jalan bareng laah
Helloo Sista
.. dalam Islam juga dikenal larangan untuk berkhalawat. Khalawat itu adalah
perbuatan berdua – duaan bersama yang bukan mahram kita tanpa adanya mahram si
cewe.
Di telpon,
di sms, chat, fb, atau apapun bentuknya kalo sis Cuma berdua – dua ajah itu
sama ajah sedang berkhalawat karena yang tahu obrolan itu yah Cuma dia dan
kamu.
Masalahnya mungkin
saja perkataan kita yang disampaikan itu akan keluar dari batas sampai akhirnya
membuat hati untuk berangan – angan. #weleh – weleh ..
Islam hanya
mengenal Ta’aruf sebagai media untuk mengenal calon kita ( C.A.L.O.N )
Kalo kita
merasa tertarik pada seseorang maka temuilah ia atau bisa memalui perantara
temen atau sahabat untk menemui ( seperti Ibunda kita KHadijah Ra )kepada
walinya yaitu langsung pada keluarganya. Dan mintalah ia secara baik – baik. Dalam
ta’aruf pun ada batasannya yaitu dilaranganya berdua- duaan, dan lain
sebagainya.
Jadi kedua,
2.
kenapa saya memilih tidak
berpacaran ..
Sejujurnya saya
pun sama dengan beberapa orang yang pernah saya temui, hal pertama yaitu saya
pernah berpacaran namun alhamdulilah tak pernah bertahan lama.#hehehee
Setelah saya
mencapai kelas 3 Smk waktu itu saya memutuskan untuk focus pada Sekolah saya
dan tidak mau bercouple dulu. Setelah saya lulus pun saya masih merasa takut
untuk berpacaran #jadi karena saya pernah di sakiti jadi saya merasa takut
kembali untuk berhubungan. kekekekekkk
Saat itu
saya berfikir bila ada yang benar – benar serius kepada saya .. okelah aku mau
membuka hati untuk berpacaran#???
Tapi, Puji
Syukur Alhamdulillah Allah SWT menggiring saya kepada hal yang lebih baik dari
bermaksiat itu, sejak saya bergoogling tentang pacaran saya jadi faham
bagaimana hukum pacaran dalam Islam dan mungkin sama dengan beberapa pembaca
yang merasa pernah mengalami hal yang sama ketika mengetahui hal ini yaitu
MENYESAL pernah melakukan hal demikan, #Seandainya waktu dapat di putar ulang …
Eiittss .. ‘ Tapi, Katakanlah “ Allah telah menakdirkan dan apa yang Dia
kehendaki akan Dia lakukan “ ( Al-Hadist )
Sampai saat
ini pun saya memilih untuk tidak berpacaran karena itu adalah Prinsip Hidup
saya.
Ketahuilah
sobat, bahwa Manusia diciptakan untuk BERIBADAH kepada Allah SWT (QS Adz Dzaariyaat 51 : 56), lantas apakah PACARAN termasuk bagian dari Ibadah ? yang nyatanya
perkara tersebut dapat menimbulakn syahwat menjadi naik bahkan Fitnah.
Hiduplah
hanya untuk mencari ridho-Nya dengan Beribadah dalam ketaatan. Sebaik – baik Perhiasan
adalah wanita Sholehah. Dan Wanita sholehah itu adalah ia yang senantiasa
menjaga Izzah dan Iffahnya ( Kehormatan dan Kesucian ) Tahukan kisah Siti
Maryam ?? aah itu lah sebaik – baiknya wanita di Dunia^^
Sebagai
seorang Pria Muslim pun harus mampu menjaga Izzah dan Iffah seorang wanita,
karena engkau wahai kaum Pria… engkau di lahirkan dari Seorang Wanita dan kelak
mungkin saja kau akan memiliki seorang putri dari wanita yang engkau cintai
maka Hormatilah wanita sebagaimana engkau menghormati seorang Ibu.
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka
menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih
suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.
(QS. An Nur : 30)
Dan Akhirnya
ini lah yang dapat saya sampaikan pada Antum sekalian mengenai mengapa saya
memilih tidak berpacaran. Teman saya pun yang gak ISLAMI baget memahami
hakekatnya bahwa pacaran adalah sebuah lahan permainan nafsu yang di buat para
lelaki yang tak berkomitmen. Jadi terlepas dari Hukumnya saya memilih untuk
tidak pacaran karena tak ada manfaat disana melainkan hanya ada sebuah petaka
selain itu KEKASIH SAYA ( ALLAH SWT ) begitu sangat menyayangi saya hingga DIA
melarang saya untuk berpacaran.
Sekian yang
dapat saya bagikan, Kurang lebihnya saya mohon MAAF sebesar – besarnya..
Kesempurnaan
itu hanya milik ALLAH SWT sedang kesalahan hanya milik manusia.
Semoga bisa
menjadi Manfaat untuk antum sekaliyan.
Akhirkata ..
wabillahi
taufiq walhidayah
Wassalamualaikum
Wr Wb
“ketika disuatu padang ada beberapa ladang gembalaan, dimana
sebagian ladang gembalaan itu pernah dipakai orang untuk menggembalakan
ternaknya, dan ada satu ladang gembalaan yang belum pernah disentuh, kemanakah
engkau akan menggembalakan ternakmu? | tentu saja keladang gembalaan yang tak
pernah disentuh itu” percakapan antara Rosulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam
dengan Aisyah Radhiallahu anhu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan BIJAK.
Terimakasih untuk Komentarnya ^^