HOME

Selasa, 02 Februari 2016

KENAPA TIDAK BERPACARAN ??











Assalamualaikum Wr Wb
Haaiiiii … ketemu lagi dengan sayaaa yaah hehe
Jangan bosan – bosan yaah buat mampir ke blog ini yaaaa paling enggak buat ngisi waktu kosong situ kekekekkk

OOhhhyaaa kali ini saya ingin ngepos ‘ KENAPA TIDAK BERPACARAN ? ‘
Pertanyaan ini sebenarnya menjurus ke diri saya pribadi atau mungkin para pembaca juga merasa demikian ?
Di jaman era kayak gini pasti kalo gak pacaran dibilang gak laku lah,kuper lah, inilah .. itulah ..
Tapi …..

Wait , wait , wait …

Tunggu dulu sob, disini kita akan membahas tentang sebuah PRINSIP #Ci’ellah … Prinsip !!
YAP !!! Prinsip Hidup “ TIDAK BERPACARAN “
So Why ? kenapa memilih jalan hidup yang bakal buat kamu kemana – mana serba sendiri ? tangan mpe berdebu karena terlalu lama gak dibuat gandengan #hehehee Enggak segitunya kaliyah

Atau prinsip yang bakal buat kamu sering di bully sama temen – temen ..
Yaah walaupun sejatinya saya juga gak pernah di bully hanya karena masalah begini coz, temen – temen ane yang emang baik banget sama ane #eeh kok jadi ane sih ??

Yaaah Alhamdulillah Iyaaah saya punya temen baik semua .. ngertiin lah pokoknya kalo saya punya prinsip hidup #bebas Pacaran ^^

Kita mulai dari saya Pribadi setelah itu mungkin anda dan kalian hahahahaaa #college

    A.     Jadi mengapa tidak berpacaran ?
    Tunggu .. tungguu … tunggu ..
    Kita mulai dari pertaman doong .. masa dari A sih ??

1.      Apa itu Pacaran ?
Pacaran adalah sebuah hubungan yang tidak halal dimata Allah SWT dan tidak memberi manfaat sedikitpun  malah banyakan juga PHP #KamusAne

Menurut Wikipedia
Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan.[1] Pada kenyataannya, penerapan proses tersebut masih sangat jauh dari tujuan yang sebenarnya. Manusia yang belum cukup umur dan masih jauh dari kesiapan memenuhi persyaratan menuju pernikahan telah dengan nyata membiasakan tradisi yang semestinya tidak mereka lakukan.

Dalam Islam sendiri kata pacaran tak pernah ada, namun jangan berfikir Islam tak membahas soal pacaran yaah ..
 Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra [17] : 32).

ð  Itu kan larangan buat gak berzina .. mesum amat pikiran looh !!!

Sorry yeeeh KangMas .. makna kata Zina di atas itu luas seluas samudra dan lautan !!
“Setiap Bani Adam mempunyai bagian dari zina, maka kedua mata pun berzina, dan zinanya adalah melalui penglihatan, dan kedua tangan berzina, zinanya adalah menyentuh. Kedua kaki berzina, zinanya adalah melangkah –menuju perzinaan. Mulut berzina, zinanya adalah mencium. Hati dengan berkeinginan dan berangan-angan. Dan kemaluanlah yang membenarkan atau mendustakan-nya.” (HR. Bukhari )
Jadi dapat diartikan setiap kali memandang itulah kita berzina, setiap kali berpegangan itulah kita berzina, setiap kali kita melangkah menuju pacar kita itulah kita berzina, bahkan ada juga yang mengartikan setiap mulut yang berbicara ( sayang, iloveyou, youloveme, imiisyou, dll ) itupun termasuk zina, tatkala hati dan fikiran berangan – angan bersamanya kala itulah kita berzina. Dan hati mu kelak yang akan membenarkan atau mendustakaan.

ð  Saya kan pacarannya ISlami .. gak ngapa – ngapain malah LDRan jadi gak sampe yang ketemu lah, jalan bareng laah

Helloo Sista .. dalam Islam juga dikenal larangan untuk berkhalawat. Khalawat itu adalah perbuatan berdua – duaan bersama yang bukan mahram kita tanpa adanya mahram si cewe.
Di telpon, di sms, chat, fb, atau apapun bentuknya kalo sis Cuma berdua – dua ajah itu sama ajah sedang berkhalawat karena yang tahu obrolan itu yah Cuma dia dan kamu.
Masalahnya mungkin saja perkataan kita yang disampaikan itu akan keluar dari batas sampai akhirnya membuat hati untuk berangan – angan. #weleh – weleh ..

Islam hanya mengenal Ta’aruf sebagai media untuk mengenal calon kita ( C.A.L.O.N )
Kalo kita merasa tertarik pada seseorang maka temuilah ia atau bisa memalui perantara temen atau sahabat untk menemui ( seperti Ibunda kita KHadijah Ra )kepada walinya yaitu langsung pada keluarganya. Dan mintalah ia secara baik – baik. Dalam ta’aruf pun ada batasannya yaitu dilaranganya berdua- duaan, dan lain sebagainya.

Jadi kedua,
2.       kenapa saya memilih tidak berpacaran ..
Sejujurnya saya pun sama dengan beberapa orang yang pernah saya temui, hal pertama yaitu saya pernah berpacaran namun alhamdulilah tak pernah bertahan lama.#hehehee

Setelah saya mencapai kelas 3 Smk waktu itu saya memutuskan untuk focus pada Sekolah saya dan tidak mau bercouple dulu. Setelah saya lulus pun saya masih merasa takut untuk berpacaran #jadi karena saya pernah di sakiti jadi saya merasa takut kembali untuk berhubungan. kekekekekkk

Saat itu saya berfikir bila ada yang benar – benar serius kepada saya .. okelah aku mau membuka hati untuk berpacaran#???

Tapi, Puji Syukur Alhamdulillah Allah SWT menggiring saya kepada hal yang lebih baik dari bermaksiat itu, sejak saya bergoogling tentang pacaran saya jadi faham bagaimana hukum pacaran dalam Islam dan mungkin sama dengan beberapa pembaca yang merasa pernah mengalami hal yang sama ketika mengetahui hal ini yaitu MENYESAL pernah melakukan hal demikan, #Seandainya waktu dapat di putar ulang … Eiittss .. ‘ Tapi, Katakanlah “ Allah telah menakdirkan dan apa yang Dia kehendaki akan Dia lakukan “ ( Al-Hadist )
Sampai saat ini pun saya memilih untuk tidak berpacaran karena itu adalah Prinsip Hidup saya.

Ketahuilah sobat, bahwa Manusia diciptakan untuk BERIBADAH kepada Allah SWT (QS Adz Dzaariyaat 51 : 56), lantas apakah PACARAN termasuk bagian dari Ibadah ? yang nyatanya perkara tersebut dapat menimbulakn syahwat menjadi naik bahkan Fitnah.

Hiduplah hanya untuk mencari ridho-Nya dengan Beribadah dalam ketaatan. Sebaik – baik Perhiasan adalah wanita Sholehah. Dan Wanita sholehah itu adalah ia yang senantiasa menjaga Izzah dan Iffahnya ( Kehormatan dan Kesucian ) Tahukan kisah Siti Maryam ?? aah itu lah sebaik – baiknya wanita di Dunia^^

Sebagai seorang Pria Muslim pun harus mampu menjaga Izzah dan Iffah seorang wanita, karena engkau wahai kaum Pria… engkau di lahirkan dari Seorang Wanita dan kelak mungkin saja kau akan memiliki seorang putri dari wanita yang engkau cintai maka Hormatilah wanita sebagaimana engkau menghormati seorang Ibu.
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS. An Nur : 30)

Dan Akhirnya ini lah yang dapat saya sampaikan pada Antum sekalian mengenai mengapa saya memilih tidak berpacaran. Teman saya pun yang gak ISLAMI baget memahami hakekatnya bahwa pacaran adalah sebuah lahan permainan nafsu yang di buat para lelaki yang tak berkomitmen. Jadi terlepas dari Hukumnya saya memilih untuk tidak pacaran karena tak ada manfaat disana melainkan hanya ada sebuah petaka selain itu KEKASIH SAYA ( ALLAH SWT ) begitu sangat menyayangi saya hingga DIA melarang saya untuk berpacaran.

Sekian yang dapat saya bagikan, Kurang lebihnya saya mohon MAAF sebesar – besarnya..
Kesempurnaan itu hanya milik ALLAH SWT sedang kesalahan hanya milik manusia.
Semoga bisa menjadi Manfaat untuk antum sekaliyan.

Akhirkata .. wabillahi taufiq walhidayah
Wassalamualaikum Wr Wb

“ketika disuatu padang ada beberapa ladang gembalaan, dimana sebagian ladang gembalaan itu pernah dipakai orang untuk menggembalakan ternaknya, dan ada satu ladang gembalaan yang belum pernah disentuh, kemanakah engkau akan menggembalakan ternakmu? | tentu saja keladang gembalaan yang tak pernah disentuh itu” percakapan antara Rosulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dengan Aisyah Radhiallahu anhu.